Beberapa Alat Praktikum Fisika (1)

Selamat datang sobat… kembali lagi setelah beberapa minggu tidak nulis postingan, yah maklum disekolah saya banyak tugas, ulangan harian, praktikum, dal lain lain yang harus diselesaikan. Yah, beginilah suasana di sekolah yang standar Internasional. Oke, langsung saja ini terkait dengan praktikum saya di laboratorium fisika mengenai alat-alat yang ada (hanya sebagian saja). Postingan ini saya buat untuk sekedar berbagi ilmu saja tentang beberapa alat-alat yang ada, dan mungkin bagi siswa seusia saya masih dibutuhkan untuk praktikum fisika. Oke.. Selamat membaca…. (INDONESIA)

1. JANGKA SORONG

Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang diatas 30cm.

Kegunaan

Kegunaan jangka sorong adalah:

1. untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;
2. untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur;
3. untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang.

Jenis

  • Jangka sorong analog : yaitu jangka sorong yang banyak ditemui di laboratorium sekolahan-sekolahan, yang cara penggunaan atau cara pembacaannya menggunakan perhitungan rumus
  • Jangka sorong digital : yaitu jangka sorong yang memiliki kemampuan untuk menampilkan hasil pengukuran secara otomatis pada layar yang ada di jangka itu sendiri

                                                                              

Jangka sorong digital                                                                                                                     Jangka sorong manual/analog

Ini ada animasi tentang cara penggunaannya

2. TERMOMETER

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termom berasal dari panas dan meter yang berartiuk mengukur. Prinsip kerja terermometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.

Jenis termometer

Ada bermacam-macam termometer menurut cara kerjanya:

3. MIKROMETER SEKRUP

Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong. Ketelitiannya sampai 0,01 mm.
Mikrometer terdiri dari:
– Poros tetap
– Poros geser / putar
– Skala utama
– Skala nonius
– Pemutar
– Pengunci

Fungsi Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Misalnya tebal kertas. Selain mengukur ketebalan kertas, mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter kawat yang kecil.

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup

  1. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka
  2. Buka rahang dengan cara memutar ke kiri pada skala putar hingga benda dapat masuk ke rahang.
  3. Letakkan benda yang diukur pada rahang, dan putar kembali sampai tepat.
  4. Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi ‘klik’.

Skala Mikrometer Sekrup

Skala pada mikrometer dibagi dua jenis:

  1. Skala Utama, terdiri dari skala : 1, 2, 3, 4, 5 mm, dan seterusnya. Dan nilai tengah : 1,5; 2,5; 3,5; 4,5; 5,5 mm, dan seterusnya.
  2. Skala Putar
    Terdiri dari skala 1 sampai 50

Setiap skala putar berputar mundur 1 putaran maka skala utama bertambah 0,5 mm.
Sehingga 1 skala putar = 1/100 mm = 0,01 mm

4. MISTAR

Nah, nama yang satu ini mungkin tidak asing lagi bagi kita.. Sejak taman kanak-kanak kita sudah mengenalnya, baik untuk menggambar, ataupun untuk memukuli teman (hahahahaha)😀. Tapi kali ini yang kita bahas juga bukanlah mistar yang ada di dekat seorang kiper.😀. Tapi pada prinsipnya adalah sama.

Mistar adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang betuk segitiga sanya segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°–60°). Penggaris dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita, dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.

 

 

 

 

 

 

5. DINAMOMETER (NERACA PEGAS)

Neraca pegas adalah timbangan sederhana yang menggunakan pegas sebagai alat untuk menentukan massa benda yang diukurnya. Neraca pegas (seperti timbangan badan) mengukur berat, defleksi pegasnya ditampilkan dalam skala massa (label angkanya sudah dibagi gravitasi).

Persamaan matematis suatu neraca pegas dinyatakan dalam:

k * X = m * g

dengan

k = konstanta pegas
X = defleksi
m = massa
g = gravitasi

Neraca/timbangan dengan bandul pemberat (seperti yang terdapat di pasar ikan/sayur) menimbang massa. Biasanya menggunakan massa pembanding yang lebih kecil dengan lever (tuas) yg panjang. Mengikuti hukum tuas (persamaan momen).

m1 * g * L1 = m2 * g * L2

dengan

m1,m2 = massa benda pertama, massa benda kedua
L1,L2 = panjang tuas pertama, panjang tuas kedua
g = gravitasi

Neraca pegas menunjukkan angka yang berbeda di bumi dan bulan, atau di daerah yg gravitasinya berbeda. Timbangan bandul menunjukkan angka yg sama di mana pun, asal masih ada gravitasi untuk menggerakkan timbangan.

Jenis timbangan Avery Weigh-Tronix

Menurut penggunaanya dibagi dalam:

 

Nah, sekian dulu, bersambung ke artikel selanjutnya ya…. soalnya saya juga harus mengerjakan beberapa tugas yang banyak banget. Terimakasih sudah mau mampir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s