TIPS HAJI

Bagi calon jemaah haji (calhaj) usia lanjut, persiapan ibadah haji tentu akan berbeda dibanding mereka yang dewasa sehat berkisar usia 40-50 tahun. Pasalnya, pada usia lanjut telah terjadi penurunan fungsi dan kemampuan fisik psikologis immunologis untuk adaptasi terhadap lingkungan.

Dr. Nina Kemalasari Sp.PD, dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM mengatakan, khusus untuk calhaj usia lanjut diperlukan persiapan yang lebih panjang dan rumit tidak sekedar pemeriksaan rutin belaka. Apalagi, kalau ditemukan adanya penyakit seperti misalnya jantung, hipertensi, stroke, diabetes, gagal ginjal kronik dan asma.

Nina memaparkan, berdasarkan hasil penelitian profil kesehatan haji tahun 2005 dan 2006, mayoritas jemaah haji Indonesia sudah berusia lebih dari 45 tahun. Sehingga kesehatan, kebugaran dan ketahanan fisik yang prima menjadi mutlak. Melatih ketahanan fisik sangat diperlukan mengingat serangkaian kegiatan saat melakukan ibadah haji kebanyakan berkaitan dengan mobilitas dan gerak fisik.

“Ibadah haji merupakan ibadah fisik yang termasuk rukun fi’liyah, artinya wajib melakukan kegiatan fisik (tawaf, sa’i, lontar jumrah, dan wukuf di Arafah tidak boleh digantikan orang lain),” katanya, di sela-sela acara Simposium Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Forum di Jakarta, Selasa, (13/9/2011).

Ia menambahkan, aktivitas fisik yang tinggi pada jamaah haji dapat menurunkan tingkat ketahanan (endurans) jantung, pernapasan ataupun tulang, otot yang menyebabkan kelelahan. Untuk mempunyai tubuh yang bugar dan sehat selama menjalani ibadah, Nina menganjurkan untuk melakukan persiapan sejak di Tanah Air, caranya adalah dengan berolahraga.

Adapun olahraga yang mudah dan murah dan sesuai aktivitas utama saat beribadah haji yakni berjalan kaki. Misalnya, melakukan uji jalan kaki 6 menit dengan tahapan sebagai berikut ;

Pertama, berjalan kaki secara normal selama 6 menit. Lalu lihat berapa jauh Anda dapat berjalan. Rata-rara panjang langkah orang Indonesia adalah 0,5 meter. Berjalanlah sambil menghitung berapa banyak langkah.

Kemudian, kalikan jumlah langkah dalam 6 menit tersebut dengan 0,5 meter.  Hasilnya akan menunjukkan seberapa baik kualitas kebugaran fisik  Anda.  Ada tiga kategori yang dapat dijadikan patokan yaitu sangat jelek (<300 m), sedang (kurang lebih 400 m) dan kategori baik (>500 m)

Demi mendapatkan ketahanan fisik yang sempurna, Nina mengatakan, perlu untuk melakukan persiapan fisik minimal 3 (tiga ) bulan sebelum keberangkatan. Jika Calhaj tidak berlatih (olahraga) selama 2 bulan, kondisi kebugarannya akan mengalami penurunan.

“Persiapan tidak cukup hanya fisik dan mental tetapi perbekalan obat selama di tanah suci menjadi utama, disamping bagi yang sudah berusia uzur perlu pendamping pihak keluarga yang minimal punya pengetahuan tentang Geriatri agar mengenal gejala-gejala perubahan menjadi sakit saat melaksanakan ibadah haji,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s